ZOROASTRIANISME, Mayat Penganutnya Digeletakkan di Menara (5)

 Konsep Ketuhanan

Meskipun dasar ajaran dari Zarathustra adalah monotheisme, yaitu menyembah hanya satu Tuhan, Ahura Mazda  tetapi Agama ini mengajarkan bahwa Tuhan itu ada dua, yaitu: Tuhan Terang yang diberi nama Ormuz dan Tuhan Gelap yang dinamakan Ahriman. Ormuz adalah Tuhan yang membawa keberuntungan dan kebahagiaan, sedang Ahriman adalah Tuhan yang membawa sial dan kesengsaraan. Paham seperti ini dikenal dengan  monoteisme dualistik. Jika memilih Kebenaran, maka manusia akan memperoleh kehidupan yang baik, dan akan mendapat cinta, harta, dan kejayaan. Setelah meninggal, orang yang mengikuti Kebenaran akan menyeberangi jembatan menuju tempat yang baik. Akan tetapi, orang yang mengikuti dusta akan mengalami hal-hal buruk, dan setelah meninggal akan terjatuh dari jembatan dan terdampar di tempat yang buruk, yang gelap dan dingin dan tanpa makanan

Konsep Ketuhanan di agama Zoroaster (Dasatir, Ahura Mazda).

  1. Dia itu satu
  2. Dia lebih dekat padamu daripada dirimu sendiri
  3. Dia diatas segala yang kamu bayangkan
  4. Dia tanpa awal dan akhir
  5. Dia tak punya bapak, istri dan anak
  6. Dia tak berwujud
  7. Tak ada yang menyerupainya
  8. Tak dapat dilihat dan dipahami dengan pikiran
TANTRA PEMUJAAN KEPADA SHAKTI, Klik Di sini

Seperti telah disinggung di atas bahwa teologi Zoroastrianisme itu monoteisme-dualistik. Dulisme ini merupakan konsekuensi alamiah dari konsep monoteismenya. Karena dalam ajaran Zoroaster kejahatan sesungguhnya telah tersedia di dunia ini. Daivas, sebagai dewa kejahatan, tak lain adalah ide turunan dari pengetahuan jelek kemudian pengetahuan tersebut dikembangkan menjadi pengetahuan salah dan pada akhirnya ia menjadi jahat, “Menjadi jahat” tidak lebih disebabkan karena pilihan yang salah. Baik dan benar adalah dua cara berfikir. Jika ia dua cara maka menjalani salah satunya adalah  pilihan. Kejahatan di sini, dalam tradisi Zoroaster, menjadi penting karena bagaimana bisa mengukur kebaikan tanpa kejahatan, kebenaran tanpa kesalahan, antara hidup dan tidak hidup. Di sini pulalah ide kemanusiaan (humanity) akan bisa difahami. Dua pertentangan yang akhirnya saling mengandaikan ini melebur dalam Ahura Mazda. Ahura Mazda sendiri secara etimologis berarti: Ahura (Tuhan) dan Mazda (kebijaksanaan). Dengan paham dualisme ini tidak berarti bahwa Zoroastrianisme tidak mengakui monotheisme karena Ahura Mazdalah satu-satunya Tuhan yang disembah. dengan cara peribadatan menyembah api. tapi yang disembah bukan api, melainkan Ahura Mazda dalam simbol api.

Posisi Tuhan atau Ahura Mazda terletak melampaui dua sudut yang bertentangan ini. Melampaui karena Mazda adalah pencipta dua pertentangan tersebut. Dalam Yasna 44.3-7 Zaratustra bertanya tentang banyak hal: kebenaran, kebaikan, pengetahuan, kekuatan dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan ke-berlingkupan (Wholeness) dan keabadian  sang “Tuhan Kebijaksanaan”.


Pengakuan ini adalah bentuk penegasan bahwa hanya Ahura Mazda  yang harus disembah di tengah konteks kepercayaan tradisional masyarakat Iran yang kuat dengan pengaruh politeisme. Ahura Mazda sebagai satu-satunya dewa yang harus disembah namun keberadaan dewa-dewa lain pun tetap diakui. Dewa-dewa yang turut diakui keberadaanya ada lima yaitu:

  1. Asha Vahista sebagai dewa tata tertib dan kebenaran yang indah dan sering digambarkan sebagai dewa yang menguasai api.
  2. Vohu Manah sebagai dewa hati nurani baik (God mind) dan sering digambarkan sebagai sapi jantan.
  3. Keshatra Vairya sebagai dewa pencinta dan penguasa segala logam.
  4. Spenta Armaity sebagai dewa ibadah yang penuh kasih dan penguasa bumi dan tanah.
  5. Haurvatat adalah sebagai kebulatan dan kekuasaan serta penguasa air dan tumbuh-tumbuhan. Amertat, sama seperti Haurvatat, sebagai dewa kebulatan dan kekuasaan serta penguasa air dan tumbuh-tumbuhan

Ahura Mazda itu dalam kitab suci Avesta itu disebutkan sebagai:

  1. Sang Pencipta
  2. Maha Melihat
  3. Maha Kuasa
  4. Maha Pemurah
  5. Maha Tahu
  6. Maha Asih

Daftar yang lebih panjang berisikan 101 buah nama terbaik dari Ahura Mazda.

Artikel selanjutnya :

Alam semesta dalam ajaran Zoroastrianisme berusia 12.000 tahun. Setelah masa 12.000 tahun berakhir barulah akan terjadi kiamat. Masa 12.000 tahun ini terbagi menjadi beberapa periode ………….. Dalam masalah-masalah etika, agama Zoroaster menekankan arti penting kejujuran dan kebenaran. Ascetisme, hidup ugal-ugalan, zina, ditentang keras. ………. Zoroastrianisme memberikan kebebasan bagi setiap penganutnya untuk memilih hidup yang baik atau jahat bagi dirinya sendiri. Menurut mereka dunia yang akan datang akan mengalami pembaruan. Pembaruan dunia ini tidak dapat dikerjakan oleh satu orang saja tetapi membutuhkan keterlibatan banyak orang. ……..


BACA JUGA, KLIK DIBAWAH INI :

1.  Bali dimata Rafles

2.  Budha Zen 1

3.  Desa Alas Arum Diganggu Sang Kala Tiga

4.  Energi Spiritual 1

5.  Evolusi Roh , di Level mana Roh Kita Berada 1

6.  Ganesha, Dewa Penangkal Rintangan

7. Zoroasterisme 6

(Dari Berbagai Sumber)

Belum ada Komentar untuk "ZOROASTRIANISME, Mayat Penganutnya Digeletakkan di Menara (5)"

Posting Komentar

Add